Selamat Datang di web Prodi Pengembangan Masyarakat Islam - Institut Agama Islam Negeri Kudus !

Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Konsorsium PMI Bahas Kajian Sosiologi dalam Pengembangan Masyarakat Islam

Blog Single

FDKI IAIN Kudus—Kamis (13/07/2023) Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam melaksanakan konsorsium bertema Kajian Sosiologi dalam Pengembangan Masyarakat Islam. Dilaksanakan di ruang meeting FDKI dan melalui aplikasi Zoom pada pukul 09.00 sampai 11.00 WIB, diskusi ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa FDKI.

Sekretaris Prodi PMI, Hasan Bastomi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa  acara ini akan dilaksanakan 12 kali dalam setahun, untuk saat ini kita sudah laksanakan 5 kali, sehingga aka nada tujuh kali konsorsium lagi pada tahun ini.

Saifuddin S.Sos., M.S.i, dosen Prodi PMI sekaligus sebagai narsumber pertama memantik diskusinya dengan mempertanyakan posisi ilmu sosial dalam pengembangan masyarakat Islam. Dia menjelaskan menggunakan Qur’an Surat Ali Imran:10 yang dijelaskan dalam pendapat Kuntowijoyo sebagai misi ilmu sosial profetik, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi.

“Pengembangan Masyarakat Islam itu ilmu sosial, namun di mana ilmu sosial dalam PMI? Yang pertama pengembangan masyarakat islam seperti yang disampaikan oleh beberapa sarjanah PMI ada satu konsep besar yaitu kuntum khaira ummati, jadi khaira ummati ini kan satu goals, satu impian yang bagaimana membangun masyarakat yang baik dan itu sudah difirmankan oleh Allah SWT serta disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Kuntum khaira ummati, Kuntum ini siapa? Ini kepada individu atau sosial, sebagian tafsir menambahkan ini disampaikan kepada kaum muhajirin, tapi ditafsir yang lain ini umat Nabi Muhammad SAW adalah umat terbaik, jadi ini bisa dijadikan suatu konsep.” Jelas Saifuddin.

Keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam memiliki dasar dalam al-Qur’an. Kendati demikian, Ratna Istriyani, M.A., dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus narasumber ke dua berpendapat bahwa sumber ilmu sosial berasal dari permasalahan masyarakat. Adapun nilai-nilai keagamaan tidak dapat dipisahkan, namun mengejawantah dengan sendirinya. Sosiologi menjadi alat untuk melihat sekaligus menganalisis pola dan dinamika masyarakat. Analisis tersebut digunakan sebagai acuan untuk melakukan tindaklanjut dalam pembangunan. Sebagai dosen, dia mengaplikasikan pengabdian masyarakat bersama mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan dan Magang dengan pendekatan social engagement.

Dosen Prodi PMI sekaligus peserta konsorsium, Dr. Mubasyaroh, M.Ag menyampaikan mengenai tujuan konsorsium ini, yaitu upaya penguatan prodi PMI dengan teori sosiologi. Hal ini karena Antara prodi PMI dan Teori Sosiologi harus berjalan berbarengan, tidak bisa dipisahka. Meskipun menjadai prodi termuda di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus, prodi PMI terus mengembangkan kualitas dengan membekali mahasiswa agar kompeten. Mubasyaroh juga menyampaikan diskusi kali ini lebih ke penyamaan persepsi karena dosen PMI sendiri memiliki background yang bervariasi.

Harapannya,konsorsium ini dapat dijadikan ajang untuk berbagi informasi akademik dan merespon perkembangan masyarakat. (Dzikri)

Share this Post: